Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2011

Petani Miskin dan Angelina Jolie

Pernah hidup seorang petani miskin beserta istrinya di tengah hutan. Suatu hari si petani pergi mencari kayu untuk keperluan rumah tangganya. Berjalanlah ia di atas sebuah jembatan kayu yang dibawahnya mengalir sungai yang cukup dalam. Ketika ia melalui jembatan itu, tanpa sengaja goloknya terjatuh. Sang petani sedih bukan kepalang.

Ketika ia sedang sedih datanglah Peri, sang penolong. “Mengapa engkau bersedih?’ Tanya sang Peri. “Golok kesayanganku terjatuh di sungai itu,” jawab petani. Sang Peri yang merasa iba berkata, “Tunggu sebentar ya, aku akan bantu carikan.”

Tak berapa lama kemudian Peri datang dengan membawa golok yang terbuat dari emas. “Inikah golokmu?” Tanya Peri. Segera petani menjawab, “Bukan, golok kepunyaanku sangat sederhana dan tidak sebagus itu.” Sang Peri menghilang dan tak berapa lama kemudian datang dengan membawa golok yang bertahtakan berlian, “Inikah golokmu?” Petani itu kembali menjawab, “Bukan, golokku sangat sederhana dan tidak seindah itu.”

THE MIRROR NEVER LIES : WELCOME TO THE ABSOLUTE BEAUTY OF WAKATOBI

Gambar
Sutradara : Kamila Andini
Produksi : Set Film & WWF Indonesia, 2011


Indonesia itu punya kekayaan alam luarbiasa. Ah, kita sudah sering mendengar itu, tapi sedikit sekali rasanya yang bisa menarik perhatian kita dalam kaitan wisatanya. So, ketika sebuah karya bernama film bisa memaparkan hidden treasure itu dengan sinematografi ala Discovery Channel, atau katakanlah, dokumenter-dokumenter cantik pemenang Eagle Awards dan sejenisnya, kita perlu perhatian lebih ke arah itu. Datang dari riset mendalam yang dilakukan seorang suksesor berbakat dari Garin Nugroho bernama Kamila Andini, yang notabene putri sulungnya sendiri, The Mirror Never Lies adalah sebuah ensiklopedia singkat tentang Wakatobi, kabupaten di Sulawesi Tenggara yang menyimpan segudang keanekaragaman hayati laut dibalik Taman Nasional dan prioritas konservatif sebesar satu sekian juta hektar itu. Suku terbesar disana, yang dinamakan suku bajo, pun punya keunikan mendalam dari akar budaya melayu yang kuat. Pantun seakan me…

Review: The Mirror Never Lies (Laut Bercermin) (2011)

Gambar
Tentu, sangat menyenangkan, dan membanggakan, untuk mengetahui bahwa sekelompok pembuat film Indonesia masih mau untuk bersusah payah mengeksplorasi potensi keindahan alam Indonesia dalam menemukan sebuah sudut pandang cerita baru untuk disampaikan dalam rangkaian film yang mereka hadirkan. Kamila Andini adalah salah satu dari sedikit jumlah anggota kelompok pembuat film Indonesia tersebut yang mampu dengan berani mengeksplorasi keindahan alam Wakatobi, Sulawesi Tenggara, untuk digunakan dalam film yang menjadi debut penyutradaraannya, The Mirror Never Lies. Didukung dengan departemen akting yang mumpuni serta tata produksi yang cekatan, tak pelak membuat The Mirror Never Lies menjadi sebuah sajian yang mampu tampil jauh berbeda dari kebanyakan film-film Indonesia yang banyak dirilis akhir-akhir ini.

Rentang Waktu Tragedi Trisakti

Gambar
10.30 -10.45
Aksi damai civitas akademika Universitas Trisakti yang bertempat di pelataran parkir depan gedung M (Gedung Syarif Thayeb) dimulai dengan pengumpulan segenap civitas Trisakti yang terdiri dari mahasiswa, dosen, pejabat fakultas dan universitas serta karyawan. Berjumlah sekitar 6000 orang di depan mimbar.

10.45-11.00
Aksi mimbar bebas dimulai dengan diawali acara penurunan bendera setengah tiang yang diiringi lagu Indonesia Raya yang dikumandangkan bersama oleh peserta mimbar bebas, kemudian dilanjutkan mengheningkan cipta sejenak sebagai tanda keprihatinan terhadap kondisi bangsa dan rakyat Indonesia sekarang ini.

11.00-12.25
Aksi orasi serta mimbar bebas dilaksanakan dengan para pembicara baik dari dosen, karyawan maupun mahasiswa. Aksi/acara tersebut terus berjalan dengan baik dan lancar.

12.25-12.30
Massa mulai memanas yang dipicu oleh kehadiran beberapa anggota aparat keamanan tepat di atas lokasi mimbar bebas (jalan layang) dan menuntut untuk turun (long march) ke j…

HAK-HAK ATAS TANAH MENURUT UUPA DAN PP. NO.40/1996

1. Hak Penguasaan Atas Tanah.
2. Hak-hak Atas Tanah yang bersifat tetap (pasal 16 UUPA)
- Hak Milik
- Hak Guna Usaha
- Hak Guna Bangunan
- Hak Pakai
- Hak Sewa
- Hak Membuka Tanah
- Hak Memungut Hasil Hutan
3. Hak-hak Atas Tanah yang bersifat sementara (pasal 53 UUPA)
- Hak Gadai
- Hak Usaha Bagi Hasil
- Hak Menumpang dan Hak Sewa Tanah Pertanian

IMPLEMENTASI UNDANG UNDANG NO 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS

A. Analisis Hukum Terhadap Undang-undang No. 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris Dari Sudut Peraturan Perundang-undangan Yang Mengaturnya.

1. Sejarah pembentukan UU No 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris

Pada tanggal 14 September 2004 yang lalu, Dewan Perwakilan Rakyat telah menyetujui RUU tentang Jabatan Notaris menjadi Undang-undang merupakan penyempurnaan undang-undang peninggalan jaman kolonial dan unifikasi sebagian besar Undang-undang yang mengatur mengenai kenotariatan yang sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan hukum dan kebutuhan masyarakat.

Adapun berbagai ketentuan dalam peraturan perundang-undangan sebelum adanya Undang-Undang No. 30 Republik Indonesia Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris tersebut sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan dan kebutuhan hukum masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, perlu diadakan pembaruan dan pengaturan kembali secara menyeluruh dalam satu Undang-undang yang mengatur tentang jabatan Notaris sehingga dapat tercipta suatu unifika…

Lorong Kelabu

Hanya dingin angin malam yang merasuk kalbu
Dan dentangan jam dinding yang tak henti
Menemaniku meratapi tubuh yang jauh di sana
Ku coba tuk tegar, namun batin ini tak Kuasa

Deras derai air mata yang sebening embun
Sama derasnya dengan turunnya hujan
Aku bukan hanya meratapi tubuh yang terbujur kaku
Namun pikiranku melayang tuk mencari tahu

Sang Malaikat berjaga di lorong waktu
Menunggu jiwa sang tubuh yang terbujur kaku
Andai saja kutahu dimana ia akan pergi
Kan kukejar tuk menyuruhnya kembali

@mhs

STOP KRIMINALISASI GERAKAN MAHASISWA DAN RAKYAT !!!

MENYIKAPI KENERJA KEPOLISIAN SULAWESI TENGGARA

Saat ini kita kembali menemukan kenyataan di lapangan bahwa janji Pemerintah dan Kepolisian untuk melakukan reformasi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia masih jauh dari kenyataan, jikalau belum bisa dikatan sebagai sebuah retorik kosong (KEBOHONGAN) demi memupuk citra. Dalih penertiban dan gangguan terhadap keamanan yang digunakan aparat kepolisian dan pemerintah dalam menangani setiap warga Negara yang menyampaikan pendapat (Unjuk Rasa) selalu dijadikan legitimasi untuk merepresi dan menangkap setiap warga negaranya yang kritis terhadap kebijakan pemerintah (pusat dan daerah). Cara-cara yang lebih mengedepankan tindakan represif ini mengingatkan kita kembali kepada pola Orde Baru dalam menghadapi setiap perjuagan rakyat yang menuntut hak dasarnya. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa aparat kepolisian dan aparat Negara lainnya mulai kembali menempatkan dirinya sebagai penjaga stabilisasi kemananan dalam memastikan ekspansi modal dan…

PAGI YANG CERAH, KABAR YANG HITAM

Pagi yang cerah, jalan melewati orang orang yang mulai beraktivitas dengan semangat di pagi hari membuat saya juga bersemangat tuk memulai hari. Setelah kemarin berkutat dengan masalah kewarisan walaupun belum bikin pusing dengan hitung hitungan, tapi tetap menguras otak.

Perjalanan ke kampus saya hari ini saya lalui seperti biasa, walaupun mata masih terasa berat dan “merah” saya tetap melaju menuju kampus merah (Asyik sekali) karena kurang tidur pengaruh nonton bola diselingi dengan “tidur tidur ayam”. Di perjalanan memang kali ini tidak ada yang cukup menarik hanya kesemrawutan jalan dipenuhi dengan asap kendaraan bermotor dan tentu saja yang selalu setia menemani yaitu kemacetan. Apalagi menuju kampus dengan menumpang angkutan umum hmmm, terasa sekali tapi suasananya tetap dinikmati.

Firenze, Kota Kelahiran Calcio (Bagian 2)

Ketika Italia masih terbelah dalam kompetisi tingkat regional, Propinsi Tuscany, di mana Fiorentina berada, hanya memiliki tiga klub: Pisa, Livorno, dan Lucca. Kota Firenze sendiri sebetulnya memiliki dua klub. Palestra Ginnastica yang berdiri pada 1887, dan Club Sportivo Firenze. Ditambah satu klub khusus untuk para ekspatriat Inggris, Firenze Football Club.

Tapi semua tim ini tak bisa bicara banyak di pentas nasional sampai akhirnya datang Luigi Ridolfi, seorang aristokrat dari kerajaan lama Tuscany. Ridolfi jatuh cinta pada sepakbola sejak menimba ilmu di Inggris.

Firenze, Kota Kelahiran Calcio (Bagian 1)

Sepakbolola Italia memiliki sejarah yang amat tua. Calcio, demikian orang Italia menyebut permainan dengan benda berbentuk bulat itu, sudah dimainkan sejak abad ke-16. Pada saat itu sepakbola belum memiliki aturan yang baku, dan hanya digelar dalam suasana peryaan tahunan.

Sepakbola kuno di Italia itu merupakan pengembangan permainan serupa yang sudah ada sejak zaman Romawi kuno. Italia mengenal sepakbola modern, seperti halnya dengan negara-negara Eropa lainnya, dari Inggris. Bukan saja aturan permainannya yang dipelajari dari Inggris, tetapi juga pengorganisasian klubnya.