Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2015

Orang- orang Kiri di Persimpangan Lapangan Sepakbola

Di Indonesia, kata “komunis” sama tabunya dengan kata “seks” bagi golongan yang tak mampu mengusir jauh paparan Orde Baru. Komunis lebih sering dikaitkan dengan “ateis” yang “benci” tuhan, dan berperan serta dalam pembunuhan tujuh pahlawan revolusi yang dibuang di Lubang Buaya.

“Komunis” adalah satu bentuk ketakutan yang kerap terlontar dari penguasa. Label seperti apa yang diberi pemerintah Orde Baru untuk melawan pemberontak? Jawabannya “melawan pancasila” dan “komunis”. Setiap ada perlawanan dari partai oposisi, pembelaan yang terlontar pastilah tak jauh dari kata-kata ini: komunis bangkit kembali!

Di tengah kepungan modal yang kian tak tertahankan dalam jagat sepakbola mutakhir, orang seperti dipaksa untuk mengamini begitu saja betapa kapitalisme telah memenangkan pertaruangan ideologi. Dan dalam kemenangan itulah, sebagaimana yang dinubuatkan Francis Fukuyama, kapitalisme diandaikan sebagai akhir sejarah, karena setelah itu tak akan ada lagi kebaruan.

Kritik, rongrongan, dan bol…