Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2016

KH. Achmad Abdul Chamid, Pencetus Kalimat "Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Tahrieq

Gambar
"Wallahul Muwaffiq ila Aqwamit Tharieq" Kalimat penutup pidato dan surat-menyurat khas warga NU sebelum salam penutupan. Arti harfiahnya: “Allah adalah Dzat yang memberi petunjuk ke jalan yang selurus-lurusnya.” Istilah ini diciptakan oleh KH Ahmad Abdul Hamid dari Kendal, Jawa Tengah. 
Sebelum menciptakan kalimat Wallahul muwaffiq ila aqwamit-tharieq, Kiai Ahmad telah menciptakan istilah Billahit taufiq wal-hidayah. Namun karena Billahit taufiq wal hidayah kemudian digunakan oleh hampir semua kalangan umat Islam, maka ia merasa kekhasan untuk orang NU tidak ada lagi. 
Untuk itu ia menciptakan istilah baru, Wallahul muwaffiq ila aqwamit tharieq yang dirasakan cukup sulit ditirukan oleh orang non-NU. 
KH Ahmad Abdul Hamid adalah salah satu ulama kharismatik di Jawa Tengah. Ia merupakan pengasuh Pondok Pesantren al-Hidayah dan Imam Masjid Besar Kendal. Karena peran dan ketokohannya, masyarakat Kendal menyebutnya sebagai “Bapak Kabupaten Kendal”. . Kiprah Kiai Ahmad, demikia…

BEBERAPA CATATAN TENTANG PP NOMOR 7 TAHUN 2016

Pada tanggal 21 Maret 2016 yang lalu telah diterbitkan PP nomor 7 Tahun 2016 tentang Perubahan Modal Dasar Perseroan.

PP ini seperti menjawab janji yang disampaikan oleh Bpk Freddy Harris, Dirjen AHU Kementerian Hukum dan HAM yang disampaikan dalam acara 'Kemudahan Berinvestasi di Indonesia' di Balai Kartini, Jakarta beberapa waktu yang lalu. Untuk memberikan kemudahan pendirian PT bagi perusahaan rintisan (start up company).

MODAL DASAR BERDASARKAN KESEPAKATAN PARA PENDIRI PT

Sesuai dengan ketentuan Pasal 32 ayat 1 UUPT diatur bahwa Modal Dasar PT paling sedikit adalah Rp 50 juta.

Dalam ayat 2 pasal tersebut, melalui Peraturan Pemerintah (PP) dapat ditetapkan perubahan besarnya modal dasar tersebut. Dan dalam perkembangan terakhir, PP nomor 7/2016 adalah PP yang dimaksud dari Pasal 32 ayat 2 UUPT tersebut. Pasal 1 ayat 1 dari PP 7/2016 rumusannya tidak berbeda dengan Pasal 32 ayat 1 UUPT.

Menarik kita cermati adalah ketentuan Pasal 1 ayat 2 dari PP tersebut. "(2). Dalam…