Lorong Kelabu

Hanya dingin angin malam yang merasuk kalbu
Dan dentangan jam dinding yang tak henti
Menemaniku meratapi tubuh yang jauh di sana
Ku coba tuk tegar, namun batin ini tak Kuasa

Deras derai air mata yang sebening embun
Sama derasnya dengan turunnya hujan
Aku bukan hanya meratapi tubuh yang terbujur kaku
Namun pikiranku melayang tuk mencari tahu

Sang Malaikat berjaga di lorong waktu
Menunggu jiwa sang tubuh yang terbujur kaku
Andai saja kutahu dimana ia akan pergi
Kan kukejar tuk menyuruhnya kembali

@mhs

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hukum Waris Perdata

HAK-HAK ATAS TANAH MENURUT UUPA DAN PP. NO.40/1996

SISTEM ADMINISTRASI DAN TATA KELOLA KANTOR NOTARIS. [1]