Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2012

Kisah "Filipo Inter" Untuk Semua

Gambar

Memandang Dunia

Bila anda memandang diri anda kecil, dunia akan tampak sempit, dan tindakan anda pun jadi kerdil. Namun, bila anda memandang diri anda besar, dunia terlihat luas, anda pun melakukan hal-hal penting dan berharga.
Tindakan anda adalah cermin bagaimana anda melihat. Sementara dunia anda tak lebih luas dari pikiran anda tentang diri anda sendiri. Itulah mengapa kita diajarkan untuk berprasangka positif pada diri sendiri, agar kita bisa melihat dunia lebih indah, dan bertindak selaras dengan kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiran kita. Padahal dunia tak butuh penilaian apa-apa dari kita. Ia hanya memantulkan apa yang ingin kita dengar. Bila kita takut menghadapi dunia, sesungguhnya kita takut menghadapi diri sendiri.

Maka,  bukan soal apakah kita berprasangka positif atau negatif terhadap diri sendiri. Melampaui diatas itu, kita perlu jujur melihat diri sendiri apa adanya. Dan, dunia pun menampakkan realitanya yang selama ini tersembunyi dibalik penilaian penilaian kita.

TENTANG PPAT

Dalam pengelolaan bidang pertanahan di Indonesia, terutama dalam kegiatan pendaftaran tanah, Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), merupakan pejabat umum yang menjadi mitra instansi BPN guna membantu menguatkan/mengukuhkan setiap perbuatan hukum atas bidang tanah yang dilakukan oleh subyek hak yang bersangkutan yang dituangkan dalam suatu akta otentik. Secara normatif, PPAT adalah Pejabat Umum yang diberi wewenang untuk membuat akta-akta otentik mengenai perbuatan hukum tertentu mengenai hak atas tanah atau hak milik satuan rumah susun, atau membuat alat bukti mengenai perbuatan hukum tertentu mengenai hak atas tanah yang akan dijadikan dasar pendaftarannya (Pasal 1 angka 1 PP Nomor 37 Tahun 1998 jo. Pasal 1 angka 24 PP 24 Tahun 1997)
Khusus mengenai PPAT tersebut telah diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 37 tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah yang ditetapkan tanggal 5 Maret 1998 dan ketentuan pelaksanaannya dituangkan dalam Peraturan Kepala Badan Pertanahan…

Sedikit Jadi Banyak

Pepatah ini sederhana saja, “sedikit demi sedikit, lama lama menjadi bukit”. Kita biasa memaknainya, bahwa bila kita mengumpulkan satu demi satu, pada saatnya nanti kita akan dapatkan sepundi. Namun sesungguhnya pepatah ini tak sekedar berbicara tentang hidup hemat, atau ketekunan menabung.
Pepatah ini menyiratkan tentang sesuatu yang lebih berharga dari sekedar sekantung keeping uang, yaitu bila kita mampu mengumpulkan kebaikan dalam setiap tindakan – tindakan kecil kita, maka kita akan dapati kebesaran dalam jiwa kita.
Bagaimanakah tindakan –tindakan kecil itu mencerminkan kebesaran jiwa sang pemiliknya ? yaitu, bila disertai dengan secercah kasih sayang di dalamnya. Ucapan terima kasih, sesungging senyum, sapaan ramah, atau pelukan bersahabat, adalah tindakan yang mungkin sepele saja. Namun dalam liputan kasih sayang ia jauh lebih tinggi daripada bukit tabungan anda.,

Menggugat FPI, Menggugat Peran Negara

Gambar
Perilaku kekerasan atau dapat dikatakan menjadi hakim sendiri dengan ancaman kekerasan, terjadi di berbagai zaman. Kemelutnya marak ketika aparat Negara gagal menunjukkan wibawa, lemah, atau tengah dilanda perubahan penting. FPI (Front Pembela Islam) pada hakekatnya tak berbeda. Reformasi 1998 melahirkan ketidakpastian di kalangan penguasa lama. Kita tahu, sejumlah jenderal dan polisi yang jaya di masa Orde Baru pada November 1998 melahirkan FPI.
Mobilisasi Pam swakarsa, yang merupakan cikal bakan lahirnya FPI, dikerahkan oleh petinggi militer pada tahun 1998. Pada saat itu membela Negara berarti membela islam, ungkapan yang cukup provokatif tentunya.  Lambat laun, premanisme dan FPI bertransformasi dari bawahan Negara jadi aktor independen. Ingin bergerak sendiri, dan terbukti dengan munculnya kebebasan yang lebih dan tentunya berbeda pada saat jaman orde baru.
Salah satu alasan kelahiran FPI adalah momentum dimana adanya kekosongan hukum serta kekososngan politik di Indonesia. Meras…

Buon Compleano Roberto Baggio !

Gambar
Hari ini dunia sepak bola merayakan ulang tahun penting: 18 Februari 1967 lahir Roberto Baggio, dengan suara bulat diakui sebagai salah satu pemain terkuat dalam sejarah. Para fans untuk "Si Kuncir", initergabung dalam  lintas-penggemar dan fans dari semua tim, yang telah pernah ia bela dalam karirnya. Tapi untuk Florence Roberto Baggio adalah sesuatu yang lebih. Sebuah simbol, harapan besar untuk kembali, menempel keajaiban itu, nomor 10 yang menangkap imajinasi seluruh kota.  Tentunya kita semua masih ingatfenomena besar dalam pengumuman Savonarola Piazza dari penjualannya ke Juventus. Seolah-olah Florence telah menjual Old Bridge. Ya, karena Baggio adalah salah satu monumen kota kita yang indah, dan kita semua berharap dia adadi sini untuk seumur hidup.
Sayangnya itu tidak demikian, dan setahun kemudian, saat kembali ke Florence bersamadengan Juventus, para fiorentiniingin menunjukkan dirinya monumen besar dalam koreografi yang mencengangkan. Emosi pada hari itu, terasa le…