HIDUP ADALAH PENGORBANAN

Hari ini adalah Hari Raya Idhul Adha, salah satu hari raya besar di dalam agama Islam. Kita kadang menyebutnya lebaran haji dan juga menyebutnya sebagai Idhul kurban. 

 Saya tak membahas soal haji karena saya belum haji, saya bahas kurban saja sesuai judul di atas, tapi ingat ini bukan khotbah Idhul adha.

 Yah ! Hidup adalah Pengorbanan, siapa mau membantahnya ? ( nanti saja setelah baca tulisan ini selesai ). 

 Kita lahir sebagai manusia dengan status anak adalah karena pengorbanan seorang "ibu" . Dan itu juga tidak serta merta terjadi begitu saja, di awali dengan pengorbanan seorang lelaki yang akhirnya akan kamu panggil "ayah". 

 Perjalanan hidupmu di dunia dimulai, melalui pengorbanan mereka berdua "ayah" dan "ibu", beranjak dewasanya kamu semua karena sikap dan perbuatan yang pada dasarnya adalah "pengorbanan" untuk seorang yang mereka panggil "anak".

 Hingga si "anak" itu besar dan dewasa, ia mulai dengan "pengorbanan"nya pula, pengorbanan sejatinya akan berbalas pengorbanan. 

 Mungkin salah saya mengaitkan kata "kurban" dengan "korban" yang dibumbui dengan awalan dan akhiran yang berubah menjadi "pengorbanan", saya bukan ahli bahasa ( nantilah di bantah jika tulisan ini selesai ). 



Tapi begitulah maksud yang saya tangkap dritus suci agama saya ini, bertahun-tahun saya dipahamkan bahwa ini berkaitan dengan kisah nabi Ibrahim bersama anaknya nabi Ismail, bagaimana pengorbanan seorang "ayah" demi perintah Allah via mimpi untuk mengorbankan anaknya, dan juga bagaimana pengorbanan seorang "anak" yang ikhlas demi Allah dan "ayah"nya. 

 Tapi biar tidak terlalu mainstream lagi, mari kita sedikit menoleh ke sisi lain yang tidak jauh dari kisah tersebut yang sudah terlalu lama dikorbankan tanpa sedikitpun menjadi "aktor utama" dalam ritus ini, dialah "hewan-hewan kurban" yang rela ( walaupun kadang ada yang berontak ) untuk menggantikan posisi "anak" sebagai ganti "pengorbanan" nabi Ibrahim sebagai "ayah". 

 Mereka kali ini patut diberikan apresiasi sebagai bentuk keberanian mereka sebagai mahluk Tuhan mengambil amanah tersebut. 

Akhir kata, hidup ini adalah pengorbanan, hidup ini bukan hanya untuk dirimu saja.

 Inilah Lebaran Pertama saya tanpa "Ayah" yang sudah banyak memberikan "pengorbanan"nya hingga sampai saat ini. Al Fatihah. 

 Semoga "ibu" senantiasa diberikan umur panjang dan kesehatan untuk bisa melanjutkan "pengorbanan"nya yang lain. Amien 

Selamat Hari Raya Idhul Adha 1437 H

 الله أكبر
الله أكبر
الله أكبر
 لا إله إلا الله والله أكبر الله أكبر ولله الحمد
 الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا ، لا إله إلا الله وحده ، صدق وعده ، ونصر عبده ، وأعز جنده وهزم الأحزاب وحده ،
لا إله إلا الله ولا نعبد إلا إياه ، مخلصين له الدين ، ولو كره الكافرون (ولو كره المشركون) ،
لا إله إلا الله والله أكبر ، الله أكبر ولله الحمد .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hukum Waris Perdata

HAK-HAK ATAS TANAH MENURUT UUPA DAN PP. NO.40/1996

SISTEM ADMINISTRASI DAN TATA KELOLA KANTOR NOTARIS. [1]