Catatan Si #KaledupaImpor : Barata Kaledupa

Sore ini menarik mendengar berita tentang barata Kaledupa. Setelah beberapa hari kemarin mendengar berita kecelakaan kapal di masa mudik lebaran. Mumpung masih hangat dan kebetulan baru pulang juga dari kampung halaman saya yang merupakan salah satu pulau diantara beberapa pulau yang dalam peta biasanya tertulis kepulauan tukang besi, atau yang saat ini telah dikenal luas dengan nama "WAKATOBI".
Asal usul penamaan Tukang Besi menurut cerita rakyat adalah berkaitan dengan perkembangan politik di Maluku, ketika terjadi perlawanan dari para penduduk yang dipimpin oleh Raja Hitu terhadap VOC. Dalam perlawanan tersebut ia tertangkap dan dibuang bersama ratusan pengikutnya ke gugusan kepulauan sebelah tenggara pulau Buton. Sejak kedatangan tawanan VOC tersebut, maka dikenallah nama kepulauan itu sebagai "Tukang Besi" yang berasal dari pemimpin perlawanan Raja Toluka Besi. (Susanto Zuhdi : Sejarah Buton yang Terabaikan, hal. 61-62)

WAKATOBI yang saya ketahui adalah singkatan dari empat pulau besar yang ada di gugus kepulauan tersebut disamping pulau-pulau kecil lainnya, yaitu pulau Wanci/Wangi-wangi, pulau Kaledupa, pulau Tomia dan pulau Binongko. Yang saya maksudkan sebagai kampung halaman atau lebih tepatnya asal kedua orang tua saya adalah pulau kaledupa. Karena saya lahir dan besar bukan di daerah tersebut akhirnya pernah disebut dengan kaledupa impor. Sebutan yang menarik dan saya menghargainya dengan Catatan ini dan catatan lain tentang kaledupa dengan nama "Catatan Si #KaledupaImpor".

Pulau kaledupa merupakan ujung tombak pertahanan di bagian timur wilayah Kesultanan Buton, dan salah satu pemegang struktur pemerintahan penting dalam sistem Kesultanan Buton, dimana Kaledupa merupakan salah satu barata dari empat barata yang ada di kesultanan buton.

Barata adalah sebuah daerah otonom dalam sistem pemerintahan Kesultanan Buton. Dalam bahasa Wolio, barata berarti tenaga atau kekuatan dan juga berarti ikatan pasak. Ada empat barata dalam kesultanan buton, barata Tiworo, barata Muna, barata Kulensusu, dan barata Kaledupa.

Pada umumnya keempat barata itu masuk ke dalam wilayah Kesultanan Buton melalui penaklukan kecuali Kulisusu. Keempat Barata itu berkewajiban melindungi kerajaan dari serangan musuh yang datang dari luar. Kulisusu dan Kaledupa berkewajiban menjaga serangan musuh dari arah timur, sementara itu, Tiworo dan Muna menjaga keamanan kerajaan dari arah barat. Betapa pentingnya posisi barata dalam sistem pertahanan Kesultanan Buton.

Dari sekelumit tulisan diatas, dapat kita ketahui betapa pentingnya posisi barata dalam pertahanan maupun pemerintahan Kesultanan Buton pada masanya. Demikian, Catatan Si #KaledupaImpor ini, nanti dilanjutkan lagi dengan eksplorasi yang lebih jauh hasil perjalanan ke jazirah kesultanan, mumpung lagi semangatnya bahas sejarah. :)


Kendari, 7 Agustus 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hukum Waris Perdata

HAK-HAK ATAS TANAH MENURUT UUPA DAN PP. NO.40/1996

SISTEM ADMINISTRASI DAN TATA KELOLA KANTOR NOTARIS. [1]