Solidaritas untuk BIMA

Sebuah tindakan tak bermoral telah ditunjukkan oleh APARAT terhadap masyarakat Lambu, Bima - Nusa Tenggara Barat, bagaimana mereka menolak tanah dan kehidupan mereka ditukar oleh mimpi tentang emas dan angan angan kesejahteraan.  Rakyat mencontohkan sikap pemberani, namun kini, keberanian itu telah diserang oleh kaki tangan penguasa dan pemilik modal. Dengan brutal, seperti yang sering mereka lakukan.

Rasa duka kami yang mendalam kepada mereka tewas dalam perjuangan, juga rasa marah kepada negara dan kapital atas tindakan yang mereka tempuh menghadapi jiwa ksatria kalian, para petani sederhana dari Lambu. Juga Sementara Penguasa dan Antek anteknya hanya bersembunyi di balik terang lampu kota dan kehidupan urban yang hedon.

Dan kepada semua orang yang mendengar tentang serangan brutal polisi yang memaksa bubar mereka yang sedang menduduki pelabuhan Sape. Kepada setiap hati yang masih memiliki cinta untuk hidup tanpa dominasi dari negara dan kapital. Kepada setiap  pemberontak yang bersembunyi di kegelapan.

Keluarlah dan tunjukkan solidaritasmu, dengan cara apapun dan di manapun. Masing-masing orang yang hari ini merasa geram terhadap penindasan, mestilah mengirim tanda bahwa para petani pemberani di Bima tidak sendirian. Lakukan sendiri atau ajak mereka yang ada di sekelilingmu. Terus ceritakan kabar ini dan janganlah lupa. Nyalakan api di dalam hatimu dan biarkan itu menghangatkanmu saat gelap malam menjadi selimutmu.


Kuatkan dirimu, dan teruslah jaga kebencianmu terhadap negara dan kapital. Tetaplah curiga dan awas terhadap media dan informasi yang mereka nyanyikan di otakmu. Jadikan setiap pembangkang sebagai saudaramu dan ingatlah bahwa pemberontakan selalu mengubah seorang budak menjadi merdeka, sesingkat apapun waktunya.

Surat kepada Penguasa yang jauh di dalam gelapnya lembah kekuasaan, orang-orang di sekelilingmu lapar sekarat. Kau perlihatkan kuasamu padanya, hingga kau biarkan mereka mati karena kuasamu.
Tahta di Istanamu kekal Tak ada yang berani menyentuh. Sungguh elok namun kejam rencana mu. Kau cuman prihatin melihat sekelilingmu, membiarkan mati yang muda, dan merubah  mereka yang sedang bahagia jadi sedih.

Banyak mereka yang telah Percaya penuh kepadamu dan mati harapan dengan janji janjimu.kau biarkan mereka jadi miskin. Karena kerinduan mereka pada janji surgamu.

Kematian mereka cukup kau jawab dengan keprihatinanmu, karena  kau tahu mereka akan  membusuk seketika.

HIDUP PETANI  !!!
HIDUP RAKYAT !!!
TOLAK TAMBANG !!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hukum Waris Perdata

HAK-HAK ATAS TANAH MENURUT UUPA DAN PP. NO.40/1996

SISTEM ADMINISTRASI DAN TATA KELOLA KANTOR NOTARIS. [1]