Pesulap Dan Politikus


Mengutip kata Ben Okri, salah satu Novelis dan Penyair dari Nigeria, Pesulap dan politikus memiliki satu persamaan yaitu mereka harus pandai mengalihkan perhatian public dari apa yang sebenarnya  sedang mereka lakukan. Dan memang dunia dijadikannya sandiwara, itupun kalau panggungnya memang berjudul panggung sandiwara bukannya panggung Pembohongan ataupun panggung Penipuan, jelas akan membuat orang tidak terpikat dengan aksi pesulap dan politikus karena terlalu tegas dalam jenis panggungnya bahwa mereka adalah penipu dan pembohong. 

Panggung Sandiwara masih bisa menghibur dan membijakkan penonton, sementara jika panggung penipu dan pembohong jelas akan menyesatkan pikiran dan prilaku penonton serta melukai banyak hati seperti yang dilakukan para anggota dewan, mereka dipilih oleh rakyat dengan harapan mampu meningkatkan kesejahteraan . 

Timbul pertanyaan jika masyarakat juga sudah tahu ada penipuan dari pesulap, tapi tetap menonton dan bertepuk tangan, serta jika masyarakat sudah tahu bahwa politikus pandai bersandiwara tapi tetap dihormati dan di hargai, jadi masyarakat disebut apa dengan kondisi seperti itu ? 


Rakyat Indonesia sudah semakin tidak berdaya. Tentu harus diperkuat oleh siapapun  yang masih ingin berjuang demi kemanusiaan dengan berbagai cara mulai dari yang paling sederhana sampai yang paling kuat, sampai ke pengambilan keputusan.

Semua berhubungan dengan tingkat pemahaman  dan kecerdasan masyarakat intina kemampuan dan kemandirian masyarakat. Sederhananya, mengapa rakyat tetap pergi ke TPS untuk orang memilih yang masih dipertanyakan apakah akan memperjuangkan aspirasinya atau tidak ?

Namun, itulah kondisi yang terjadi di negeri demokrasi ketika banyak harapan yang diberikan kepada rakyat. Ada harapan bahwa pemerintah akan datang dengan sedikit kemajuan. Walaupun kenyataannya kadang tidak sesuai dengan harapan.

Tapi tetaplah, agar para politisi hebat maka rakyat juga harus hebat. Rakyat menjadi dasar dari pembentukan perpolitikan yang hebat. Rakyat dalam hal ini memiliki harapan bahwa apa yang dilakukan pesulap maupun politikus adalah sebuah kenyataan bukannya kebohongan, jadi ternyata rakyat masih dipenuhi oleh harapan dan pandangan positif terhadap para politikus dengan tetap ke TPS menyisihkan waktu yang begitu berharga terhadap suatu harapan yang belum tentu terpenuhi dengan segala macam sandiwara politikus selama ini.

Sangat tidak masuk akal mempercayakan segala sesuatu kepada para politisi,tapi untuk bisa berpikir seperti itu, masih lama untuk rakyat kita. Bahkan banyak orang yang tidak bisa rasional dalam membahas kepemimpinan, baik itu memilih maupun mengenal pemimpinnya.

Civil society harus benar benar kuat . rakyat yang harus  benar benar kuat ditopang oleh media massa yang kuat pula. Kalau tidak maka rakyat akan ditipu, media akan diatur, dan tentu akan menjadi rezim diktator dan otoriter atau setidaknya kan menjadi seperti itu. Dan kekuasaan memang cenderung KORUP.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hukum Waris Perdata

HAK-HAK ATAS TANAH MENURUT UUPA DAN PP. NO.40/1996

SISTEM ADMINISTRASI DAN TATA KELOLA KANTOR NOTARIS. [1]