Senyum Terindah

Ada seorang anak laki-laki yang sangat ingin bertemu dengan Tuhan. Ia sering bertanya pada dirinya sendiri “Tuhan itu ada dimana ya? Ada begitu banyak masalah dan kesulitan di sekitar kita, dan itu artinya Tuhan pasti berada di suatu tempat yang sangat jauh dari sini.”

Ia berharap bisa bertemu dengan Tuhan. Akhirnya Ia memutuskan untuk mencari Tuhan. Hingga suatu hari, Ia mengepak enam batang permen coklat dan dua botol minuman. Dan siap melakukan perjalanan untuk menemukan Tuhan. Dia melewati sekolah, kantor tempat ayahnya bekerja dan beberapa perempatan jalan. Sampai melewati pinggiran kota. Dan akhirnya kakinya mulai terasa sakit karena lamanya berjalan. Akhirnya Ia tiba di sebuah taman. Di sebuah bangku taman, Ia melihat seorang nenek sedang duduk di bangku taman memandang burung-burung merpati. Kemudian anak itu duduk tepat di samping nenek itu. Anak itu membuka ranselnya dan mengambil sebatang coklat untuk dirinya sendiri. Sewaktu makan coklat, Ia baru sadar sang nenek pasti lapar juga. Lalu dia mengambil coklatnya dan menawarkan kepada nenek itu. Nenek itu menerimanya dan tersenyum pada anak itu, lalu berkata “Terima Kasih, Nak!”. Anak itu sangat senang melihat senyum si nenek dan Ia mau melihat senyum itu sekali lagi. Ia lalu mengambil minumannya dan menawarkannya juga kepada nenek itu.

Si nenek menerima minuman itu dan tersenyum padanya dengan sangat hangat. Dan anak itu merasa sangat bahagia. Begitulah mereka menghabiskan sore itu, makan, minum, dan tersenyum, sambil duduk di bangku taman. Tanpa bertukar sepatah kata pun.

Menjelang gelap, anak itu sadar dia harus pulang. Lalu, Ia berpamitan dengan si nenek. Ia berjalan beberapa langkah, lalu berhenti dan berbalik menghampiri nenek itu. Ia mendatangi kembali nenek itu, dam memeluknya dengan hangat. Dan nenek itu memberinya senyum terindah yang pernah dilihat anak itu.

Tak lama kemudian, ketika anak itu kembali ke rumah, ibunya kaget melihatnya. Dan bertanya, “Kau darimana? Apa yang terjadi? Ibu bertanya begitu karena kau tampak bahagia sekali.” “Aku baru saja makan siang bersama Tuhan hari ini. Tahukah Ibu? Tuhan memiliki senyum terindah yang pernah kulihat”, kata si anak.

Sementara itu, nenek itu juga berjalan pulang ke rumahnya, dengan wajah tersenyum dan berseri-seri. Anaknya bertanya, “Ibu, apa yang terjadi hari ini? Ibu kelihatan sangat bahagia.” Lalu nenek itu menjawab, “Aku berbagi coklat dengan Tuhan hari ini di taman. Tahukah kau? Dia lebih mudah daripada yang kubayangkan.”

-The End-

Menurut Anda, Tuhan ada dimana?

Tuhan selalu ada dimana-mana sangat dekat dengan kita.

Di dalam buku di rak,

Di dalam surat yang kau terima dari temanmu,

Atau bahkan di dalam bus selama jam-jam sibuk,

Di kegelapan jalan di malam hari,

Di dalam peperangan dimana peluru-peluru berterbangan,

Di pasar tempat orang-orang menjual dan membeli,

Atau bahkan di taman tempat anak laki-laki dan nenek itu bertemu,

Dimana ada manusia, Tuhan pasti ada disana.

Dimana ada cinta kasih, Tuhan pasti ada disana.

Dimana ada rasa saling berbagi, Tuhan pasti ada disana.

Pertanyaan saya sangat sederhana, di Hati anda, apakah Tuhan ada disana?

Semoga kita selalu berbahagia…Semoga…Semoga…Semoga…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hukum Waris Perdata

HAK-HAK ATAS TANAH MENURUT UUPA DAN PP. NO.40/1996

SISTEM ADMINISTRASI DAN TATA KELOLA KANTOR NOTARIS. [1]